Tampilkan postingan dengan label bahan bakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan bakar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

Rutin Ganti Oli

sewa mobil surabaya - Ganti oli adalah 'ritual rutin' yang harus dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan bermotor, apapun mesinnya. Karena oli adalah elemen vital yang diperlukan untuk melumasi mesin demi pencegahan gesekan antar komponen mesin. Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya mempunyai artikel yang berkenaan dengan oli mesin sebelumnya. Lihat pada tautan ini: http://rentalmobil-surabaya.weebly.com/blog/oli-sintetis-untuk-mesin.

Proses penggantian oli dimulai dari mengosongkan oli lama dari mesin. sumber: commons.wikimedia.org/Myke Waddy


Banyak orang bertanya-tanya kapan seharusnya kita ganti oli. Meskipun ada acuan untuk mengganti oli per-sekian kilometer, termasuk dalam buku manual kendaraan bermotor. Tapi apakah memang sesederhana itu?
Mungkin tidak. Pada banyak kasus, Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya mendapati fakta penggunaan bahan bakar bisa lebih irit dibandingkan biasanya dan kita bisa menyimpulkan dari banyak sumber bahwa bahan bakar mobil akan lebih irit penggunaannya per kilometer saat melakukan perjalanan keluar kota. Rental Sewa Mobil Innova di Surabaya pun paham mengenai hal ini berdasarkan dari pengalaman yang panjang.

Saat digunakan di dalam kota, biasanya kita menjumpai lampu lalin di persimpangan yang mewajibkan berhenti atau sebaliknya bila kita tiba di sana. Lampu lalin ini meski bertujuan baik sebagai pengatur giliran dari setiap ruas pada persimpangan tadi tapi jumlahnya bisa banyak yang dibangun di tiap persimpangan tengah kota. Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya mendapati fakta lapangan di Kota Surabaya, bahwa ada sekitar delapan buah lokasi lampu lalin di tiap persimpangan jika kita melintas di kawasan Jalan Diponegoro yang dihitung mulai dari titik pertemuan Raya Darmo hingga ke persimpangan Pasar Kembang/Banyuurip/Girilaya. Beberapa lokasi dari lampu lalin persimpangan tersebut berjarak kurang dari 500 meter antar-lampu lalin.

Bila kita beruntung, kita bisa melaju saat kita melewati tiga-empat lampu lalin karena indikator lampu menunjukkan hijau saat kita tiba. Jika tidak ya... sebaliknya ^_^ Apalagi di titik Ciliwung-Diponegoro saat macet sewaktu jam pulang kerja kantor dimana lampu lalin pun tidak bisa bermanfaat lagi karena kemacetan yang parah tersebut. Sedangkan efek dominonya dimulai dari jalan Wonokromo-Jagir-Ahmad Yani.

Gambaran ini tentunya bukan bermaksud menyimpang dari topik, tapi lebih mengungkap gambaran keseluruhan karena pada saat mobil kita mengalami kemacetan jalan, mesin mobil masih bekerja ekstra keras. Apalagi selain radiator tak ada pendingin lain berupa udara yang mengalir jika dibandingkan saat mobil tersebut berjalan. Jadi kondisi mesin akan ekstra panas yang mengakibatkan oli di dalamnya ini berkurang masa pakainya.

Menuangkan oli baru ke dalam mesin. sumber: commons.wikimedia.org/Dvortygirl

Jika jarak yang kita tempuh melewati rekomendasi pergantian oli 10.000 km seperti yang tertera pada odometer, yakinlah bahwa hal tersebut sudah sangat-sangat kritis untuk kesehatan mesin. Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya pun beberapa kali bertemu dengan artikel yang mengkritisi tenggat waktu penggantian oli berdasarkan kilometer ini. Pasalnya, saat kendaraan kita terhenti karena macet selama setengah jam, angka pada odometer tersebut tak bertambah tapi mesin mobil kita berjalan terus. Selama mesin tersebut berjalan, selama itu pula oli mesin akan bekerja melumasi mesin. Akhirnya kita mesti mengira-ngira sendiri kapan oli mesin tersebut harus diganti supaya tidak menjadi terlambat seperti yang terlihat pada referensi berita berikut ini:
http://www.otosia.com/berita/inilah-akibatnya-jika-anda-lupa-mengganti-oli-mesin.html.

Dan jika Anda terpaksa harus mengganti oli sendiri, Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya menemukan satu referensi berita yang bisa Anda praktikkan untuk mobil Anda: http://www.otosia.com/tips/cara-mudah-ganti-oli-sendiri.html. Untuk Motor mungkin lebih mudah karena mesin serta tutupnya lebih terlihat dan terjangkau, tidak seperti umumnya mobil. 

Kamis, 19 Maret 2015

Di Antara Standar dan Takaran BBM Pada Sebuah SPBU (II-habis)

sewa mobil surabaya - Artikel ini merupakan sambungan artikel Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya sebelumnya, melanjutkan tema BBM dan SPBU, serta kecurangan di pihak SPBU yang tidak diinginkan oleh konsumen SPBU. Konsumen SPBU ini termasuk Rental Sewa Mobil Innova di Surabaya sebagai perusahaan jasa tentunya, untuk menjaga harga tetap bersaing bagi pelanggan dan konsumen rental mobil. Karena, pihak lain yang memberi BBM dengan standar yang tidak semestinya; tapi konsumen bisa berpikir armada mobil WX Rental Car - Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya tidak terawat karena tidak irit ^_^.

Penanaman tangki di calon SPBU. Image: joaci, pessoal/commons.wikimedia.org

Kecurangan SPBU ini tidak hanya kejadian sekali-dua kali saja. Tetapi terkadang konsumen tidak ambil pusing tentang kecurangan suatu SPBU dan memilih tidak kembali ke tempat yang sama untuk membeli BBM dari SPBU lain. Hal ini terjadi untuk menghindari konflik serta kekhawatiran bahwa urusannya akan diperpanjang berkaitan dengan si pelapor. Seperti konsumen yang mencurigai suatu SPBU dan menyiarkannya lewat video ini:



Ketidakpercayaan akan kejujuran petugas bisa jadi dipicu oleh pengalaman orang itu atau pengalaman orang lain yang bisa memicu sentimen negatif akan petugas SPBU secara keseluruhan (generalisasi). Tak ada seseorang yang suka dibohongi, tapi selalu berprasangka buruk juga bisa menghambat bukan? Dan untuk SPBU yang masih beroperasi, Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya menemukan satu kecurangan lagi yang berbeda yang jelas merugikan. Kecurangan SPBU tersebut ditulis sekaligus disebarkan pada salahsatu blog ini: http://goo.gl/CUGUJ4
Dalam kasus tersebut, nominal yang diberikan dan meteran pada dispenser tidak sama dengan indikator BBM pada dashboard mobil. Kita sering tidak melihat pada awal indikator mobil saat mengisi BBM dan lebih memilih 'mengisi sampai penuh' akibat memberi kepercayaan begitu saja pada si operator BBM. Lalu, yang sering lagi adalah membeli dengan nominal tertentu. Tapi, hendaknya kita selalu melihat dan peka terhadap indikator BBM di dashboard kita. Setelah itu dilihat perbandingannya supaya kita dengan segera mengetahui apakah kita dicurangi atau tidak.

Ada lagi kasus yang lain, yang sekiranya melibatkan 'kecurangan' di meteran dispensernya yang cepat banget berjalan: http://goo.gl/0xSJad. Tapi, tak ada bukti valid kamera ataupun video sehingga kebenarannya juga dipertanyakan.

Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat juga menemukan tautan lain yang merupakan keanehan: http://goo.gl/vP5hiy
Sayang ketika di-klik tautannya, halamannya hilang... mungkin beritanya sudah dianggap 'expired' meski jejaknya masih terendus pada mesin pencari Google. Tapi dari sana kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dari kadarnya atau kandungan oktan-nya, BBM juga semestinya mendapat perhatian (yang bisa saja dicampuri minyak lain) dengan tes berkala. Karena dalam beberapa sumber berita online, 'kadar' BBM juga berimbas pada keiritan suatu mobil terhadap jarak tempuhnya. Ada yang bilang Pertamax lebih irit dibanding Bensin meski harganya lebih mahal. Dengan selisih harga tak sampai dua kali lipatnya, kita bisa mendapatkan jarak tempuh hampir dua kali lipat lebih jauh dibanding bensin. Namun, tak banyak berita yang didapat tentang modus kecurangan solar oplosan yang memang berbeda dari Bensin dan Pertamax. Tentu saja kandungan yang berbeda dari spesifikasi minimal ini bisa berimbas parah yaitu kerusakan mesin.

SPBU perairan di Stockholm, Swedia. Image: Wing-Chi Poon/commons.wikimedia.org
Di Indonesia pun ada SPBU perairan. Namanya jadi SPBB = Stasiun Pengisian Bahan Bakar.
Image: rohilonline.com

Tapi ada juga penjelasan dari Pertamina dari berita hoax yang beredar: http://goo.gl/qwFots yang bisa memberi pencerahan kepada masyarakat meski dengan istilah/bahasa teknis yang sedikit susah dicerna untuk orang awam. Bagaimana pun, selayaknya kita sebagai pemilik kendaraan tak berhenti waspada untuk menghindarkan diri dari merasa dirugikan bukan? apalagi, Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya sebagai pemilik jasa rental mobil yang pastinya terkait langsung dengan BBM serta SPBU sebagai penggerak utama mesin mobil.

Rabu, 18 Maret 2015

Di Antara Standar dan Takaran BBM Pada Sebuah SPBU (I)

sewa mobil surabaya - Ada standar SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang biasanya ditera oleh Meterologi Disperindag yang mengacu UU Nomor 2 tahun 1981 tentang Meterologi Legal dengan tingkat toleransi sekitar 50 ml. Jadi, sebuah takaran SPBU bisa dianggap normal bila batas kelebihan atau kekurangannya adalah 50ml/liternya. Kita bisa melihat adanya stiker berlabel "Disperindag" pada SPBU yang telah ditera, karena petugasnya berkaitan langsung dengan perdagangan (bisnis minyak) dan kualitas meteran itu sendiri.
Beberapa kali Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya mendapati penyegelan SPBU. Suatu SPBU tersegel karena adanya penyelewengan. Misalnya saja seperti yang bisa dibaca pada tautan ini: http://goo.gl/vJmw90

Sebuah SPBU yang menjual BBM dengan penyuplai Pertamina yang biasa kita jumpai.
Image: noname/commons.wikimedia.org

Pengecekan pembukuan yang dilakukan Pertamina membuat transparansi tergambar jelas dari segi distribusi BBM. Hal ini juga menyangkut nama Pertamina sendiri sebagai penyuplai stok BBM untuk SPBU itu. Bagaimana suatu kesalahan kecil bisa mengakibatkan imej yang buruk pada Pertamina, karena sebagaimana kita tahu: peran perusahaan pemerintah di negeri ini disorot habis-habisan karena banyaknya pelaku korupsi yang tertangkap oleh KPK. Di sisi lain, Pertamina menyelamatkan jalur distribusi barang-barang kebutuhan dari harga yang melonjak (selain muka Pertamina sendiri) akibat imbas dari penimbunan BBM. Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya kerap bertemu dan berpapasan dengan truk tangki pertamina yang rutin mengisi stok BBM di satu SPBU. Sopir yang jujur dengan moral yang baik juga menjadi penting di dalam bisnis minyak dan SPBU. Karena sopir truk tangki yang "kencing" atau melakukan "pembongkaran" muatan di jalan juga membuat SPBU perlu melakukan tera ulang akibat pasokan yang berkurang. Seperti artikel yang bisa dibaca pada tautan ini:
http://goo.gl/DVeSwH
Kebutuhan masyarakat akan BBM tidak sama untuk setiap SPBU. Terkadang, ada orang yang berkendara dari jauh lalu mampir di sebuah SPBU karena kehabisan BBM di kendaraannya—yang tentunya mempunyai hak untuk membeli pada SPBU tersebut, sama dengan masyarakat sekitarnya. Jadi, pihak SPBU-lah yang menghubungi Pertamina untuk mengirimkan truk tangki ini guna menambah stoknya.

Namun berkaitan dengan transparansi, ternyata tak semua SPBU yang tersegel kesalahannya dapat diendus publik karena tidak disebarluaskan. Beritanya dapat dibaca pada tautan berikut ini: http://goo.gl/ikU8wa
Tidak adanya pemberitaan seperti ini terkadang membuat pengguna seperti Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya menebak-nebak apa yang terjadi pada sebuah SPBU yang tersegel. Karena beberapa kali terjadi sebuah SPBU memajang tulisan "mengalami kehabisan stok BBM" padahal SPBU tersebut tergolong ramai. Bisa jadi pula disebabkan oleh sanksi dari Pertamina yang menyetop pasokan BBM akibat kecurangan penimbunan yang dilakukan. Mengingat, SPBU yang disegel tidak diberi marka yang tegas macam 'Police-Line' yang berwarna strip kuning-hitam. Hanya keterangan yang "menghaluskan arti" (amelioratif) terhadap kata "segel" ini: Bahwa SPBU tersebut mendapat "Pembinaan dari Pertamina"—yang bila dipikirkan lebih lanjut, maknanya sangat rancu; mirip karyawan baru yang diberi masa training tiga bulan pertama; atau jika kita melihat makna kalimatnya, sepertinya SPBU tersebut tergolong baru atau prematur sehingga mendapat "pembinaan".

Tapi di sisi lain, kemungkinan Pertamina masih melindungi atau 'mengampuni' SPBU tersebut untuk meneruskan usahanya. Karena bila ada keterangan kalimat atau label yang lebih keras dari itu, bisa jadi akan membuat Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya mengurungkan niat untuk tidak mampir mengisi BBM di sana karena takut dicurangi ^_^.

Sebuah Stasiun Pompa Bensin (SPBU) yang ditutup akibat tsunami di Fukushima, Jepang.
Image: Steve Herman, VOA/commons.wikimedia.org

Tapi, berkurangnya 'jatah wajar' untuk konsumen SPBU tak hanya melibatkan standar peneraan (dalam arti baku) saja, karena adanya skandal yang tidak sehat dalam standar tera yang dilakukan oleh beberapa oknum Disperindag. Maklum, di negeri ini... 'hal aneh-aneh' seperti perilaku korup menjadi biasa dan terjadi di hampir semua lini. Kita bisa membaca contoh beritanya di artikel ini: http://goo.gl/a4Dscz
Bisa jadi, akan tampak hasil takaran yang tidak disadari konsumen SPBU tersebut meski SPBU telah ditera. Atau, kesadaran konsumen yang datang terlambat saat berpuluh-puluh kendaraan telah menjadi korbannya. (bersambung)