Kamis, 19 Maret 2015

Di Antara Standar dan Takaran BBM Pada Sebuah SPBU (II-habis)

Artikel ini merupakan sambungan artikel Sewa Mobil Elf di Surabaya sebelumnya, melanjutkan tema BBM dan SPBU, serta kecurangan di pihak SPBU yang tidak diinginkan oleh konsumen SPBU. Konsumen SPBU ini termasuk Rental Mobil Surabaya sebagai perusahaan jasa tentunya, untuk menjaga harga tetap bersaing bagi pelanggan dan konsumen rental mobil. Karena, pihak lain yang memberi BBM dengan standar yang tidak semestinya; tapi konsumen bisa berpikir armada mobil WX Rental Car - Sewa Mobil Pregio di Surabaya tidak terawat karena tidak irit ^_^.

Penanaman tangki di calon SPBU. Image: joaci, pessoal/commons.wikimedia.org

Kecurangan SPBU ini tidak hanya kejadian sekali-dua kali saja. Tetapi terkadang konsumen tidak ambil pusing tentang kecurangan suatu SPBU dan memilih tidak kembali ke tempat yang sama untuk membeli BBM dari SPBU lain. Hal ini terjadi untuk menghindari konflik serta kekhawatiran bahwa urusannya akan diperpanjang berkaitan dengan si pelapor. Seperti konsumen yang mencurigai suatu SPBU dan menyiarkannya lewat video ini:



Ketidakpercayaan akan kejujuran petugas bisa jadi dipicu oleh pengalaman orang itu atau pengalaman orang lain yang bisa memicu sentimen negatif akan petugas SPBU secara keseluruhan (generalisasi). Tak ada seseorang yang suka dibohongi, tapi selalu berprasangka buruk juga bisa menghambat bukan? Dan untuk SPBU yang masih beroperasi, Sewa Mobil Innova di Surabaya menemukan satu kecurangan lagi yang berbeda yang jelas merugikan. Kecurangan SPBU tersebut ditulis sekaligus disebarkan pada salahsatu blog ini: http://goo.gl/CUGUJ4
Dalam kasus tersebut, nominal yang diberikan dan meteran pada dispenser tidak sama dengan indikator BBM pada dashboard mobil. Kita sering tidak melihat pada awal indikator mobil saat mengisi BBM dan lebih memilih 'mengisi sampai penuh' akibat memberi kepercayaan begitu saja pada si operator BBM. Lalu, yang sering lagi adalah membeli dengan nominal tertentu. Tapi, hendaknya kita selalu melihat dan peka terhadap indikator BBM di dashboard kita. Setelah itu dilihat perbandingannya supaya kita dengan segera mengetahui apakah kita dicurangi atau tidak.

Ada lagi kasus yang lain, yang sekiranya melibatkan 'kecurangan' di meteran dispensernya yang cepat banget berjalan: http://goo.gl/0xSJad. Tapi, tak ada bukti valid kamera ataupun video sehingga kebenarannya juga dipertanyakan.

Sewa Mobil Surabaya juga menemukan tautan lain yang merupakan keanehan: http://goo.gl/vP5hiy
Sayang ketika di-klik tautannya, halamannya hilang... mungkin beritanya sudah dianggap 'expired' meski jejaknya masih terendus pada mesin pencari Google. Tapi dari sana kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dari kadarnya atau kandungan oktan-nya, BBM juga semestinya mendapat perhatian (yang bisa saja dicampuri minyak lain) dengan tes berkala. Karena dalam beberapa sumber berita online, 'kadar' BBM juga berimbas pada keiritan suatu mobil terhadap jarak tempuhnya. Ada yang bilang Pertamax lebih irit dibanding Bensin meski harganya lebih mahal. Dengan selisih harga tak sampai dua kali lipatnya, kita bisa mendapatkan jarak tempuh hampir dua kali lipat lebih jauh dibanding bensin. Namun, tak banyak berita yang didapat tentang modus kecurangan solar oplosan yang memang berbeda dari Bensin dan Pertamax. Tentu saja kandungan yang berbeda dari spesifikasi minimal ini bisa berimbas parah yaitu kerusakan mesin.

SPBU perairan di Stockholm, Swedia. Image: Wing-Chi Poon/commons.wikimedia.org
Di Indonesia pun ada SPBU perairan. Namanya jadi SPBB = Stasiun Pengisian Bahan Bakar.
Image: rohilonline.com

Tapi ada juga penjelasan dari Pertamina dari berita hoax yang beredar: http://goo.gl/qwFots yang bisa memberi pencerahan kepada masyarakat meski dengan istilah/bahasa teknis yang sedikit susah dicerna untuk orang awam. Bagaimana pun, selayaknya kita sebagai pemilik kendaraan tak berhenti waspada untuk menghindarkan diri dari merasa dirugikan bukan? apalagi, Sewa Mobil Avanza di Surabaya sebagai pemilik jasa rental mobil yang pastinya terkait langsung dengan BBM serta SPBU sebagai penggerak utama mesin mobil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar