Selasa, 05 Januari 2016

Belajar dari Kekeliruan Operasional

Dalam setiap pengeksekusian sebuah tugas, agaknya perlu mendapat pantauan dari pihak luar terutama jika menyangkut kelemahan manusia yang terkadang bisa ceroboh atau khilaf. Inilah manfaat sebuah tim.

Sebagai sebuah perusahaan jasa yang bergerak di bidang transportasi, Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya yang telah mempunyai jam terbang tinggi pun tak luput dari kesalahan kecil yang terjadi di kesehariannya. Apalagi di masa-masa baru berdiri, dan juga ketika berhadapan dengan karyawan atau sopir baru.
Kekeliruan prosedur ini terkadang terjadi secara internal yang hanya pihak Sewa Mobil Livina di Surabaya sendiri yang terkena imbasnya. Tapi ada juga yang terjadi secara eksternal, dimana tamu menjadi 'korban'-nya. Hal ini bisa terjadi karena ketidakterbukaan tamu, atau bahkan ketidakterbukaan sopir sendiri yang dapat mengakibatkan terjadinya miskomunikasi.

Dalam pekerjaan apapun dibutuhkan pemahaman terhadap prosedur.
Image: commons.wikimedia.org/Tomas Castelazo

Salah satu contohnya adalah masalah penjemputan tamu.
Sopir A memeriksa sekilas tanpa bertanya lebih lanjut akan kemauan tamu serta identitas tamu sejelasnya. Hal ini cukup mengherankan jika terjadi meski bisa dipahami mengapa hal demikian ini dapat kami alami.
Saat tamu Z memesan dari bandara keberangkatan, beliau tidak paham lebih detil tentang sopir A ini, yang biasanya akan diberi oleh Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya termasuk nomor ponselnya. Beliau tidak melakukan pengecekan terhadap sopir, atau sopir A mengabaikan SOP yang ditekankan oleh Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya. Sehingga saat kedatangan tamu Z di penjemputan bandara, keduanya tidak pernah melakukan kontak sehingga bisa terjadi penjemputan terhadap tamu yang salah. Yakni komunikasi tidak melalui nomor ponsel yang telah diberikan kepada sopir dan lawan bicaranya, melainkan hanya sekedar via percakapan biasa di dekat garbarata atau pintu keluar untuk penjemputan.

Hal ini bisa runyam, karena tamu Z tidak memberitahu sopir A bahwa beliau telah turun dari pesawat. Hal ini bisa beresiko pula untuk tamu Z karena beliau bisa diidentifikasi oleh calo atau rental mobil gelap. Bahkan Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya bisa dituduh 'membajak' penumpang rental mobil lain. Atau bisa juga tersebaliknya, yakni rental mobil lain yang 'membajak' penumpang Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya. Mengapa bisa terjadi?

Biasanya banyak tamu Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya yang menyewa dan membooking mobil sejak H-1 atau H-2 bahkan ada yang H-7 (!) karena itu di Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya sering bisa diberitahukan langsung saat mobil habis disewa (sold-out) atau pada hari penyewaan karena datanya semua tercatat. Tapi ada beberapa hari dalam setahun dimana masih ada beberapa mobil yang masih tersisa di garasi Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat. Hal ini bisa berarti mobil tersebut sedang dalam masa perawatan (maintenance) atau dalam masa surut sehingga tak semua mobil tersewa.

Nah, terkadang penyewa atau pemesan mendadak ini bisa terbantu dari mobil yang masih tersedia di garasi kami (meskipun bila Rental Mobil Surabaya kehabisan mobil akan berkata jujur, tidak mencari investor pemilik mobil untuk disewakan); hanya kekeliruan mungkin bisa terjadi karena minimnya komunikasi, bisa jadi karena ketidakpastian jadwal si penyewa yang tidak sempat berkomunikasi dengan sopir Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya lebih lanjut karena keburu masuk pesawatnya dan terjadi miskomunikasi saat keluarnya sehingga order yang terlanjur masuk bisa jadi akan hangus karena tidak sengaja diembat rental mobil lain.

Dan sebenarnya, ada banyak kekeliruan pernah terjadi di masa-masa awal di Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya. Keterbukaan pun bisa menjadi kunci yang efektif untuk mencegah hal-hal ini terulang lagi. Sewa Mobil Surabaya pun merasa berterima kasih pula atas komplain serta masukan dari para tamu yang membuat kami menjadi lebih baik lagi. Bagaimanapun, kami berusaha menjadi yang terbaik di Surabaya. Karena itulah, kami memberi yang terbaik dan semaksimal mungkin yang bisa dilakukan.